Ocehan-ocehan saya :)

Monday, February 9, 2015

Cuma tuker-tukeran peran

Gossip Girl dan Desperate Housewives adalah serial-serial yang panjang. Ketika serial itu sudah berjalan lebih dari tiga tahun, problem yang sering dirasakan oleh penonton adalah jenuh dan cerita yang maksa dan mbulet. Kalo di Gossip Girl, sebentar-sebentar si Serena sama si Nate, sebentar-sebentar sama si Dan, sebentar-sebentar Blair sama si Dan gitu aja terus sampe Ahok jadi presiden RI. Akhirnya gue gak tamatin itu Gossip Girl saking mangkelnya.

Di kehidupan nyata, gue *berusaha* untuk nggak drama. Setelah pernah mengalami drama yang melelahkan, gue mencoba menyelesaikan segala sesuatu dengan logika dan secara dewasa. Gue pikir gue udah pinter, dengan ini gue gak akan kena drama gak penting lagi. Ternyata gue salah. Gue sungguh salah. Haha.

Ternyata gue masih kena drama. Kali ini dramanya orang lain.

Dulu di drama gue sendiri, gue jadi pemeran utama yang termehek-mehek. Gue jadi korban. Ada villain yang jahatin gue. Gue anak-anak yang lagi ditempa untuk dewasa. Ending cerita itu? Gue berdamai dengan diri sendiri dan keadaan. I grew up.

Sekarang, ada orang lain yang lagi proses mendewasakan diri. Ada orang yang harus jalanin compulsory quarter life crisis mereka dan gue hadir dalam hidup mereka (kecemplung mungkin). This time gue jadi pihak yang dewasa, pihak yang santai, pihak yang mungkin bersimpati melihat mereka-mereka uring-uringan, pihak yang menasihati mereka "This too shall pass".

Mau gak mau suasana hati gue ikut terpengaruh sih. Tapi karena gue udah pernah ngalamin tsunami, banjir kecil ini gak ada apa-apanya buat gue. Sebagai manusia, sedih itu tidak terelakkan, tapi sembuh dan move onnya lebih cepet. Dulu gue menggerutu, "Kenapa gue harus mengalami ini? Apa salah gue?"

Sekarang gue tahu jawabannya, dan gue bersyukur akan tsunami yang pernah menerjang.

CK

0 comments: